Kalau Trader Forex Profit, Siapa yang Rugi?

    26 Aug 2012     140

Kalau semua orang dapat menghasilkan profit dari trading forex, tentu trader akan merasa senang. Broker juga riang karena memperoleh pendapatan komisi dari nasabahnya. Rasanya tidak ada pihak yang merasa dirugikan akan keuntungan trader. Namun, benarkan demikian? Orang-orang yang sangsi bisa jadi berkomentar, mana mungkin ada keuntungan yang tidak disertai dengan kerugian.

Jika kita lihat secara lebih detail lagi, keuntungan yang didapatkan trader forex bersumber dari selisih dari harga jual dan harga beli mata uang dalam pertukaran valas. Apabila trader mampu memperkirakan dengan tepat apakah kurs akan menguat atau melemah, maka ia akan memperoleh profit melimpah.

Tapi nyatanya, banyak faktor yang membuat trader seringkali tidak mampu meraup keuntungan sesuai harapan. Kondisi psikologis dan sumber daya modal saja sudah pasti berbeda antar trader. Rasanya tidak mungkin kalau trader bisa profit semua. Nah, kalau dilihat fakta, memang ada kalanya loss (rugi), ada kalanya pula profit (untung). Dalam upaya jatuh-bangun untuk memperoleh keuntungan itu, para trader secara tidak sadar telah mempengaruhi perekonomian. Khususnya karena aktivitas trader berkaitan dengan nilai tukar mata uang.

Trader Forex

 

Pelaku Ekspor Impor

Bagi orang-orang yang terjun ke dalam dunia ekspor impor biasanya akan mengeluh bila terjadinya penguatan atau penurunan kurs secara signifikan. Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa ke negara lain. Sedangkan impor adalah kegiatan membeli barang dan jasa dari negara lain. Pelaku ekspor impor inilah yang paling terkena imbas dari terjadinya penguatan atau pelemahan kurs.

Ketika kurs mata uang suatu negara naik, para importir di negara tersebut akan merasa gembira. Mengapa? karena importir dapat membeli barang dari luar negeri dengan harga yang cukup murah. Tapi para eksportir akan kecewa karena harga barang yang dilepas ke pasar luar negeri menjadi terlalu mahal, sehingga pihak luar negeri bisa jadi bakal ogah membeli barang dari negara kita.

Begitu terjadi sebaliknya ketika kurs mata uang turun, giliran para eksportir akan senang sekali dapat menjual barang dengan daya saing tinggi di luar negeri. Mereka tentu akan mendapatkan keuntungan yang berlimpah. Tapi para importir akan merasa barang dari luar negeri terlalu mahal, sehingga harga barang di dalam negeri terpaksa dinaikkan. Di mata konsumen, kenaikan harga-harga ini dapat menyebabkan inflasi.

 

Negara dan Masyarakat Luas

Ketika terjadi kenaikan kurs mata uang yang berdampak pada makin mahalnya harga produk kita yang diekspor ke negara lain, maka barang bisa jadi tidak laku lagi. Konsumen mancanegara lebih memilih produk dari negara yang mampu memasok produk yang sama dengan harga lebih murah, kemungkinan juga karena nilai tukar negara pesaing itu lebih lemah. Hal ini akan berpengaruh kepada pabrik dan orang-orang yang memproduksi barang dan jasa tersebut. Barang tidak laku, biaya tenaga kerja harus dibayar, sedangkan tagihan harus dilunasi.

Inilah sebabnya mengapa bank sentral dari negara-negara maju seperti Jepang dan Swiss sering melakukan intervensi agar nilai tukar-nya melemah. Umpama bank sentral tidak melakukan intervensi, maka mereka bisa jadi kehilangan pangsa pasar ekspor karena konsumen mancanegara lebih memilih produk yang lebih terjangkau dari negara-negara seperti Tiongkok.

Skenario sebaliknya justru berlaku bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Ketika kurs mata uang melemah terlalu parah, perusahaan swasta dan pemerintah akan kalang kabut karena mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membayar utang luar negeri dan barang-barang impor. Oleh karena itu, bank sentral akan melakukan intervensi untuk memperkuat nilai tukar-nya.

 

Kesimpulan

Keuntungan yang diperoleh trader forex sebenarnya tidak bersumber dari kerugian siapa pun. Akan tetapi, aktivitas trading forex merupakan kegiatan spekulatif yang dapat mempengaruhi kurs mata uang. Di sisi lain, perubahan kurs mata uang akan membawa beragam konsekuensi panjang. Kita dapat menyimpulkan bahwa walau trading forex memiliki dampak tertentu, tapi semua itu adalah wajar dan sah di mata hukum.

 

Jika trading forex sah di mata hukum, apakah aktivitas ini juga sah secara agama? Telusuri pembahasan lengkapnya di Menyoal Apakah Trading Forex Termasuk Judi Menurut Islam.

Komentar Pembaca : 7

Diaz Anggi 22 AUG 2014
agak bingung, kalo mata uang naik eksportir bingung karena bakal kurang peminat akibat harga barang dagangannya jadi mahal, tapi kalo mata uang turun eksportir senang karena bisa jual dengan harga tinggi. Kok naik turun sama2 tinggi harganya tapi respon eksportirnya beda? benernya gimana to ini?
Abimanyu 27 AUG 2014
Salah pemahaman aja tuh bro. Maksudnya pas mata uang melemah barang ekspor bisa dijual lebih banyak. Bandingin sama kondisi kalo mata uang menguat, penjualan ekspor biasanya turun, alasannya ya bener kayak apa yang dijelasin diatas.

Memang karna kita beurusan sama mata uang & melakukan jual beli makanya kita juga mesti paham sama pengaruhnya. Tapi mustahil ada yang semua trader 100% bisa profit semua karna sebelum harga bergerak terlalu tinggi/rendah pasti ada usaha dr pemerintah utk mengembalikan kondisi ke keadaan yang sewajarnya.
Chairil Yuda 26 SEP 2014
Oh jadi klo semua trader profit ntar yang nanggung dampaknya para eksporter/importer plus masyarakat luas juga gitu? Wah kasian masyarakatnya juga klo begitu.

Dari pemerintah, pedagang, sampe masyarakat bakal kena dampaknya ya?
Untung dah trader itu cara pikirnya beda2. Ane juga ngerasainnya pasti kurang seru klo kita bisa buka posisi bener terus.
Lebih asikan klo bisa analisa, ada perasaan was2 nungguin posisi ntar endingnya gimana juga seru. Apalagi klo bisa profit, kepuasannya bisa maksimal.
Gani Alhasan 18 OCT 2014
sepertinya masih banyak yang bingung dengan darimana profit kita dibayarkan, dan kemana uang kita jika mengalami loss. perlu diketahui bahwa dinamika naik turun market disebabkan oleh aktivitas buyer dan seller. dimana ketika market naik, maka buyer lah yang akan untung sedangkan seller jelas merugi.

jadi di saat yang bersamaan ada dua pihak yang untung dan rugi. profit yang kita terima jika posisi kita benar adalah hasil dari mereka yang merugi. usaha kita sebagai trader adalah untuk belajar agar selalu berada di pihak yang profit.

jika broker yang kita gunakan benar-benar berfungsi sebagai perantara atau bukan market maker, maka tidak ada ceritanya kita trading melawan broker. keuntungan broker hanya didapat dari spread, sedangkan keuntungan kita berasal dari kerugian trader lain yang salah posisi.


Anis Sumargo 24 OCT 2014
true. kudu nya emang kayak begitu, tapi sayang nya sekarang lebih banyak broker bandar yng beredar, ngaku2 sebagai broker ndd, padahal sebenar nya bukan.

komplain soal kejujuran broker nggak heran akhir2 ini makin banyak cz sekarang ini makin susah aja bedain broker yang bener sama yang nggak. buktinya sebagai broker yang punya regulasi as kayak fxcm aja kayaknya nggak kapok2 ngakali trader nya.

padahal jelas bakal dapet sangsi kl ketahuan curang. tapi masih aja suka kena skandal yang kebanyakan mesti bikin rugi trader nya. begini ini gimana broker lain yang regulasi nya nggak jelas?
Diah 30 DEC 2018
Dari tulisan di atas dan comment comment di bawah bisa disimpulkan kegiatan trading adalah kegiatan 👉 BERDOSA  .
Arman 30 SEP 2019
ghani alhasan.

Profit trader bukan dari loss trader yg lain. Tapi profit itu didapat dari selisih nilai tukar /nilai jual beli mata uang,saham dll. Sedangkan dampak dari naik turunnya itu pada negara yg menggunakan mata uang itu dan pada perusahaan yg memiliki saham tersebut. Naik turunnya itu tergantung pada kebijakan dan aktivitas dinegara pemilik mata uang /saham tsbut
Abah Nyinyir 4 JAN 2020
Mengambil keuntungan dari kerugian pihak lain jelas merupakan salah satu ciri pola perjudian.
Louis 16 APR 2020
kalau transaksi menang selalu dipotong dan potongannya itu masuk ke siapa?
Andreas 20 APR 2020
maksud x dipotong gmn bang?