Judi Menurut Islam: Menyoal Apakah Trading Forex Termasuk Judi

    12 Apr 2013     3

Banyak orang menyebut trading forex adalah judi. Tapi definisi judi itu sendiri bagaimana sih? Apakah memang pas kalau trading forex dikatakan judi secara telak? Artikel ini akan mengulas mengenai pengertian judi menurut Islam beserta penjelasan yang mendukungnya. Dengan demikian, tidaklah sulit untuk membedakan apakah trading forex termasuk judi atau tidak. Yuk kita ikuti ulasannya.

Judi

 

Aturan Mengenai Judi Dalam Agama Islam

Judi dalam aturan Islam lazim disebut pula sebagai maysir dan qimar yang merupakan "transaksi dua belah pihak untuk pemilikan suatu barang atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu aksi atau peristiwa". Dalam istilah modern, judi mengandung unsur "zero sum game" dimana kemenangan satu pihak hanya bisa dicapai dengan kekalahan pihak lain.

Dalam mengklasifikasikan suatu permainan sebagai judi, para ulama telah mensyaratkan ciri-ciri berikut:

  • Permainan disertai oleh dua orang/lebih atau dua kumpulan manusia/lebih.
  • Setiap pihak mempertaruhkan sesuatu harta atau manfaat.
  • Pihak yang menang akan memperoleh harta atau manfaat dari pihak yang kalah.

Judi menurut Islam sudah jelas dilarang. Meskipun sebagian orang bisa jadi berbeda pendapat mengenai legalitas judi, tetapi judi dalam Islam sudah jelas termasuk perbuatan yang haram dilakukan.

Sesuai QS. Al Maidah: 90, "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."

Masih banyak lagi dalil mengenai keharaman judi dalam Al Quran maupun hadits. Oleh karena itu, tidak halal bagi seorang muslim menjadikan permainan judi sebagai alat untuk menghibur diri dan mengisi waktu senggang. Begitu juga, permainan judi tidak halal sebagai alat mencari uang dalam situasi apapun.

Sebenarnya kalau dinalar, berjudi memang merugikan, karena peluang untuk menang secara matematis itu sangat kecil. Apalagi kalau pemain dan bandar membuat deal tanpa temu muka dan transparansi seperti judi online. Memang banyak alasan logis (dan ilmiah) dibalik larangan maupun anjuran dalam agama Islam ini. 

Salah satu kerugian nyata dari berjudi yaitu kecanduan. Artinya, permainan judi akan mendorong pihak yang kalah untuk mengulangi lagi dan lagi, dengan harapan barangkali ia dapat menutup kerugian-kerugian sebelumnya. Di sisi lain, pemenang juga tertarik untuk mengulangi lagi karena ingin menikmati lezatnya kemenangan tanpa kerja keras. Bagi orang-orang yang telah kecanduan judi, sama sekali tidak ada keinginan untuk berhenti. Justru, semakin berkurang pendapatannya, ia makin bersemangat untuk mengejar kemenangan yang elusif. Pemain judi selamanya sibuk dengan permainannya, sehingga lupa terhadap kewajibannya kepada Tuhan, diri sendiri, dan keluarga.

 

Apakah Trading Forex Termasuk Judi?

Berdasarkan ulasan di atas, jelas bahwa pandangan Islam tentang judi sangatlah komprehensif. Namun, kembali lagi kepada pertanyaan kita sebelumnya, apakah trading forex termasuk judi? Sebagian orang menilai trading forex bukanlah judi, karena beberapa alasan.

  1. Trading forex tidak cocok dengan ciri-ciri judi. Trading forex merupakan bagian dari perdagangan (pertukaran) dalam pasar mata uang berskala internasional, sehingga tidak hanya terdiri atas bandar dan pemain seperti judi. Memang semua trader forex yang berkecimpung dalam  pasar ini "mempertaruhkan" modal tertentu, tetapi kebutuhan modal itu tak jauh berbeda dengan modal bisnis pada umumnya.
  2. Trading forex tidak bersifat zero sum game, karena kompleksnya struktur dan hirarki pasar forex. Suplai mata uang bersifat elastis (bisa ditambah ataupun dikurangi oleh bank sentral). Nilai mata uang bisa melemah ataupun menguat karena inflasi atau faktor fundamental lain. Terakhir, tak semua pelaku pasar merupakan spekulan yang mengincar keuntungan tunai. Banyak pelaku pasar yang memperdagangkan mata uang untuk memenuhi kebutuhan tertentu seperti pembayaran ekspor-impor, merger dan akuisisi lintas batas, transfer payment, dan lain sebagainya.
  3. Kemenangan seorang trader tidak diperoleh dari kekalahan orang lain, melainkan dari analisa pasar dan pengelolaan modal. Setiap trader forex perlu selalu meningkatkan pengetahuannya, serta menjaga objektivitas dan mengendalikan emosi agar bisa sukses, termasuk menghindari sikap "kecanduan trading" yang merugikan. Apabila seorang trader mengambil keputusan hanya berdasarkan firasat (bukan analisis matang) dan terobsesi untuk menang secara berlebihan hingga mengorbankan segala hartanya, maka aktivitasnya bisa dikatakan "judi". Namun, kebanyakan trader sukses tidaklah seperti itu.

Setujukah Anda mengenai ulasan di atas? Sampaikan pendapat Anda pada kotak post di bawah ini. Anda juga bisa mengajukan pertanyaan di halaman Tanya Jawab kami.