8 Dosa Trading Ini Bisa Bikin Dana Ludes Seketika

    15 Dec 2019     447

Yang akan kita bahas di sini adalah kesalahan fatal berujung perbuatan dosa trading. Begitu ngerinya dampak yang diakibatkan, Anda sampai tak bisa tidur nyenyak. Yang paling buruk, dana Anda ludes seketika karena perbuatan tersebut.

Lantas, apa saja sih kesalahan trading yang menyebabkan dosa mengerikan seperti itu? Berdasarkan pengalaman yang dibagikan beberapa trader, ini dia hal-hal fatal yang sebaiknya Anda hindari agar tidak terjebak skenario mengenaskan:

Dosa Trading

 

1. Terburu-buru Trading Di Akun Live

Chris (bukan nama sebenarnya) pertama kali mendengar tentang trading forex melalui socmed teman-temannya. Karena langsung tertarik, tanpa ba bi bu ia mencoba ikut-ikutan menjadi trader forex.

Seperti trader baru pada umumnya, ia mula-mula melakukan langkah yang tepat dengan membuka akun demo dulu. Dan untuk membiasakan diri dengan platform trading, ia pun mulai banyak membaca serta mengikuti saran trader-trader expert.

"Saya mulai mengikuti rekomendasi para ahli tentang pair apa yang sebaiknya ditradingkan dan hal lainnya, tapi saya sebenarnya belum benar-benar paham," demikian ujar Chris.

Setelah sebulan trading di akun demo dan balance-nya naik terus, ia langsung memutuskan untuk membuka akun live. Ia percaya jika saran-saran para expert sebelumnya bisa diandalkan untuk mendapat pertumbuhan balance yang menggiurkan secara real.

Yang tidak Chris sadari, trading di akun demo itu sama sekali tidak seperti di akun live. "Saya tidak memiliki strategi yang solid, manajemen risiko, apalagi siap secara psikologis. Jadi ketika akun live saya mulai terus-terusan merugi, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan," kenang Chris.

Pada akhirnya, akun Chris langsung amblas setelah dua hari trading. Di situlah ia baru sadar jika ia masih perlu banyak belajar untuk mengetahui bagaimana pasar berkerja dan tidak begitu saja percaya dengan opini expert.

"Pelajaran terpenting yang saya dapatkan dari pengalaman rugi itu adalah saya perlu memahami market lebih dalam. Saya perlu menyusun strategi entry dan exit, juga memperbaiki fokus dan menyiapkan keadaan psikologi, terutama ketika menghadapi loss... Saya masih harus mempelajari market, dan itulah yang saya lakukan sekarang," tutur Chris.

 

2. Trading Tanpa Fokus

Dosa trading yang satu ini terjadi pada LI (bukan nama sebenarnya). Ia awalnya berencana trading scalping XAU/USD setelah melihat peluang trading yang mendukung. Namun karena tidak fokus, ia malah open posisi GBP/USD.

Ia baru mengetahui kesalahan itu setelah posisi berjalan selama 10 menit. Pada saat itu, kerugian yang terkumpul telah menghanguskan 10% modalnya. Masih tak percaya dengan kelalaiannya, LI yang panik kemudian mencoba buka posisi lagi dan berharap jika transaksi ini bisa menanggulangi kesalahannya. Yang ada, ia justru memperdalam kerugian dan kehilangan 25% dari total kapitalnya.

Trading tanpa fokus

"Itu adalah kesalahan yang sangat fatal dan menyadarkan saya untuk tidak kehilangan fokus saat trading. Saya harus benar-benar mengenali platform dan instrumen trading dulu untuk memastikan segalanya... Saya juga perlu lebih tak kenal ampun dan percaya diri ketika Cut Loss," kata Li.

 

3. Trading Tanpa Stop Loss

Stop Loss yang dapat diatur manual bisa membantu Anda menentukan level exit sesuai kehendak. Namun entah mengapa, tak semua trader memanfaatkan fasilitas ini.

Seorang trader beralias David W adalah salah satunya. Tak lama setelah dana di akun tradingnya tersapu bersih dalam waktu semalam, ia pun akhirnya sadar mengenai arti penting Stop Loss.

"Saya open posisi berdasarkan sinyal Pin Bar dan kemudian tidur. Keesokannya, saya bangun dengan perasaan tidak enak karena ternyata saya lupa memasang Stop Loss," ujar David W.

 

4. Mengabaikan Event Berdampak Tinggi

Baik tensi geopolitik, gejolak politik, pengumuman bank sentral, ataupun rilis data ekonomi, event fundamental berdampak tinggi wajib diperhatikan karena bisa memicu pergerakan harga dalam skala masif. Jika Anda tidak menyadari peristiwa-peristiwa tersebut, maka transaksi Anda berpotensi menderita kerugian besar.

Itulah yang terjadi pada JJ, seorang trader yang baru saja memulai karirnya di pasar forex. Tak sadar jika ada breaking news yang mempengaruhi pergerakan harga, ia buka posisi sell EUR/USD di sesi New York. Dengan yakinnya ia memprediksi bahwa harga akan turun setelah menyentuh resistance.

Padahal faktanya, harga sempat naik turun tak terkendali di area resistance, kemudian melesat naik dari kisaran tersebut. Yang lebih memprihatinkan, ia tak segera Cut Loss meski tahu posisinya sedang rugi, karena masih yakin jika harga tak lama lagi akun turun. Padahal, loss-nya sudah mencapai $120.

"Apa yang saya pelajari adalah saya perlu lebih disiplin sebelum open posisi. Saya perlu tahu apa yang sedang terjadi di pasar, terutama sebelum ada high-impact event yang bisa mempengaruhi trading saya," kata JJ saat berbagi ceritanya dengan pewarta AxiTrader.

 

5. Tak Bisa Mandiri

Layaknya aktivitas atau tujuan lain dalam hidup, trading bukanlah hal yang bisa dilakukan semua orang dengan cara serupa. Mayoritas trader profesional yang sudah malang melintang di dunia trading selalu menekankan pentingnya menemukan gaya trading sendiri. Sebabnya, satu gaya trading tak selalu cocok untuk semua trader.

Sayang, YPC (nama samaran) sempat terjebak dosa trading ini. Alih-alih menyusun strateginya sendiri, ia justru menyalin punya temannya. Menjiplak atau mengikuti strategi trader sukses boleh jadi efektif selama periode waktu tertentu, tapi tak bisa terus-menerus dijadikan sebagai acuan ideal, terutama bila si trader tak benar-benar mengerti dasar pemahaman di balik strategi tersebut.

Trading tak bisa mandiri

"Saya mencoba strategi yang direkomendasikan teman saya. Setelah sekitar seminggu, saya memperbesar ukuran transaksi, dan hanya dalam waktu 3 hari, semua transaksi itu merugi dan strateginya tidak bekerja," kenang YPC.

Dari penuturan YPC, jelas bahwa ia tak hanya sekedar menyalin strategi tanpa paham betul bagaimana idenya, tapi juga asal memperbesar ukuran trading hanya karena ia merasa sedang di atas angin.

"Itu semua berujung pada mimpi buruk karena semua Stop Loss saya kena di semua sisi, semua profit saya ludes, dan balance saya menyusut 30%," sesal YPC.

 

6. Terlalu Percaya Diri

Di bagian sebelumnya, telah disinggung bahwa Stop Loss memiliki peranan vital yang dapat mengeliminasi dampak negatif emosi trading. Memasang Stop Loss otomatis sebelum membuka posisi adalah cara efektif untuk mengakhiri transaksi yang sedang floating loss. Sekalipun tak sedang memantau chart, trader bisa tenang karena Stop Loss akan bertindak apabila harga bergerak di level yang tidak diinginkan.

Trader berinisial BG pernah punya pengalaman pahit terkait Stop Loss karena ia merasa terlalu percaya diri. Saat itu, ia memiliki 3 open posisi dan yakin bila EUR/JPY akan bergerak naik. BG memasang Take Profit, tapi ia tak mengatur Stop Loss sebelum menutup layar monitornya.

Ketika ia memeriksa posisi-posisi tradingnya di pagi hari, BG begitu terkejut karena bukannya kena Take Profit sesuai ekspektasi, semua transaksinya justru rugi dan ia kehilangan 75% dari seluruh balance di akun tradingnya. Ia pun langsung Cut Loss dan mencoba memulihkan diri dari kejutan traumatis tersebut.

Trading dengan panik

"Saya tak tahu harus bagaimana saat melihat hasil transaksi saya.. itu merupakan pengalaman yang benar-benar mengerikan dan mengajarkan saya untuk selalu menggunakan Stop Loss. Tak peduli seyakin apapun saya, harga tetap bisa bergerak melawan prediksi...," ujar BG sebagaimana dikutip AxiTrader.

Seperti kebanyakan trader, ia juga menyadari pentingnya mengontrol emosi trading; baik itu keserakahan, antusiasme, ataupun rasa percaya diri yang bisa mempengaruhi keputusan trading

"Saya sudah merehabilitasi diri saya agar tak terlalu serakah. Dorongan emosi dan percaya diri bisa memudarkan fokus dan disiplin trading," demikian katanya.

 

7. Trading Tanpa Memahami Dinamika Pasar

Seorang trader veteran pernah berkata pada seorang newbie, "Saya harap trading pertamamu berakhir dengan kegagalan." Pernyataan itu agak sulit dicerna karena sama sekali tidak mendukung dan memberikan inspirasi pada seorang trader yang baru saja mencicipi dunia trading. Padahal, ujaran itu mengandung banyak sekali pesan bermanfaat.

Memang tidak ada trader yang ingin gagal. Namun, kegagalan itu bisa memaksa seorang trader untuk berhenti sejenak, berpikir, dan menganalisa kesalahannya. Jika tidak pernah gagal, maka trader tak akan mendapat pelajaran berharga untuk memperbaiki performa tradingnya.

Hal itu pernah dirasakan oleh SMM, seorang trader yang mendapat dua kemenangan beruntun saat ia masih pemula. "Saya mulai trading tanpa melakukan analisa apapun. Saya mengabaikan akun demo karena sudah percaya diri jika saya akan terus menang," begitulah ungkapnya.

Namun ketika sebuah transaksi mulai berbalik arah dan membuatnya merugi, ia kelabakan dan tak tahu bagaimana cara mengatasinya. SMM sama sekali tak paham mengenai Stop Loss ataupun langkah Cut Loss yang sebaiknya diambil jika harga sudah tak mungkin kembali ke arah prediksinya.

"Saya terus menahan posisi tersebut dan terpaku mengawasi chart hingga akhirnya akun saya jebol. Itu merupakan pelajaran yang sangat menghentak buat saya," tutur SMM.

Mulai saat itu, ia pun berjanji pada dirinya sendiri agar tak pernah membiarkan kerugian sampai seluruh dananya habis. SMM juga memetik hikmah paling penting, yaitu belajar dari kesalahan bisa menjadi cara paling efektif untuk menyadarkannya dari kepongahan.

 

8. Terlalu Mengandalkan Trading Otomatis

Di era modern ini, bahkan mereka yang tak tahu sama sekali tentang trading ataupun market bisa memanfaatkan Expert Advisors (EA) untuk menjadi trader. Walaupun memang efektif dan bisa membantu kesuksesan sebagian trader, EA juga punya beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan.

RV pernah merasakan sendiri bagaimana penggunaan EA yang terlalu berlebihan bisa merugikan dirinya. Perkenalannya dengan EA dimulai ketika ia baru mengenal trading selama seminggu. Karena yakin jika EA adalah tool ajaib yang bisa membantunya, RV pun membeli EA dan mengikuti instruksi developer-nya.

Robot Trading

Segera setelah EA terpasang, ia membuka 6 posisi. Awalnya, tidak ada yang salah karena tradingnya berakhir dengan profit sesuai ekspektasi. RV pun membiarkan EA-nya terus beroperasi selama semalam tanpa pengawasan.

Apa yang terjadi kemudian sungguh membuatnya shock. Bukannya terus mengumpulkan keuntungan, transaksinya justru menghimpun drawdown yang terus berakselerasi. Ia juga tak bisa berbuat apa-apa karena EA yang mengendalikan transaksinya justru terus membuka posisi-posisi baru yang berlawanan dengan arah harga.

"Karena tidak tahu harus bagaimana, saya membiarkan EA bekerja begitu saja. Saat saya memantau MT4 Mobile tak lama kemudian, drawdown saya sudah 30 persen dan EA terus membuka posisi baru di pair yang tidak menguntungkan dengan lot yang semakin membesar. Keesokan paginya, balance saya sudah nol. EA itu telah melibas seluruh dana trading saya dalam semalam," ungkap RV.

Rupanya, masalah koneksi internet membuat kinerja EA-nya kurang optimal. Selain itu, terdapat berita berdampak tinggi di malam naas tersebut.

"Saya dapat tiga pelajaran tak ternilai dari pengalaman ini. Pertama, trading manual selalu lebih baik dari trading otomatis. Kedua, selalu perhatikan berita dan peristiwa berdampak tinggi. Ketiga, saat membeli EA, jangan mudah terbujuk oleh hasil trading yang diiklankan. Selalu minta breakdown hasil profit dan drawdown-nya. Incarlah track record yang solid dan pastikan pengalaman EA tersebut," pesan RV.

 

Kesimpulan

Anda mungkin sudah pernah melakukan salah satu atau bahkan beberapa dosa trading di atas. Namun jangan menyerah, karena dari pengalaman kerugian, seluruh akun ludes, was-was hingga tak bisa tidur, hingga situasi penuh stres lainnya, akan selalu terselip pelajaran berharga yang membuat Anda merasa kapok untuk mengulangi dosa trading yang sama.

Jadi, usahakan untuk tak pernah mengulangi kesalahan-kesalahan di atas ya, traders!

 


Bagi Anda yang ingin memahami analisa pasar forex, daftar akun di AxiTrader bisa sekaligus mendapatkan analisa harian dari para expert melalui grup eksklusif "The Trading Circle".

Komentar Pembaca : 1

Sigit 20 DEC 2019
Mf tuan pertanyaan.kenapa di aplikasi meta trader4 tidak ada waktu penentuan otomatis exsekusi.misalnya saya order waktu sekarang, 2 atau 5 menit kemudian saya menghendaki exsekusi di menit itu,maka dg otomatis di waktu itulah terexsekusi.kenapa gak di temukan tuan,dan kalopun ada mohon arahan dimana saya bisa menemukanya.
Mina Sf 20 DEC 2019
Jenis order yang Anda tanyakan sebenarnya bisa diakomodasi melalui fitur Pending Order. Namun, MetaTrader 4 memang menyediakan Pending Order berdasarkan level harga yang ditargetkan. Bukan waktu yang ditargetkan.


Hal ini lebih memberikan keleluasaan bagi trader untuk menargetkan level entry yang dirasa paling menguntungkan. Jika hanya berdasarkan waktu, maka posisinya justru akan bersifat sangat spekulatif dan risikonya lebih besar.


Mengenai Pending Order selengkapnya bisa disimak di 4 Kunci Sukses Memasang Pending Order