5 Kesalahan Umum Trader Harian

    27 Mar 2013     16

Trader harian biasanya membuka dan menutup posisi trading pada hari yang sama. Mereka cenderung untuk membuka banyak posisi pada berbagai pasangan mata uang dengan mengandalkan sinyal trading dari indikator teknikal, price action dan rilis berita fundamental. Time frame trading yang digunakan biasanya antara 15 menit hingga 1 jam (hourly).

5 Kesalahan Trader Harian

Bagi yang telah berpengalaman, cara trading harian seperti ini bisa menguntungkan. Namun bagi pemula atau yang belum cukup pengalaman, dalam jangka panjang trading harian bisa berpotensi menyebabkan kerugian. Trader harian pemula sering melakukan kesalahan yang menjeremuskan ke dalam jurang loss.

Berikut 5 kesalahan umum yang sering dilakukan trader harian, yaitu:

 

1. Averaging Down

Trader harian sering terjebak untuk melakukan averaging down atau membuka posisi baru yang sama ketika posisi sebelumnya sedang mengalami loss. Walaupun mungkin pada awalnya tidak direncanakan, akhirnya dilakukan juga untuk mengejar target profit harian yang telah ditentukan.

Averaging down yang tidak direncanakan adalah gambling dan lebih bersifat emosional. Perlu dipertimbangkan biaya yang diperlukan guna menutup kerugian atau drawdown yang nantinya terjadi. Cara terbaik untuk menghindari hal ini adalah dengan bekerja sesuai dengan manajemen risiko yang telah disepakati dan tidak harus membuka posisi baru jika tidak ada sinyal.

 

2. Trapping Position Jelang Rilis Berita Fundamental

Menerapkan position trap (jebakan posisi) biasanya dilakukan dengan pending order buy stop dan sell stop secara bersamaan. Hal ini biasanya dilakukan trader harian menjelang rilis berita fundamental yang penting dan diperkirakan menyebabkan volatilitas tinggi. Ini adalah cara klasik yang sering dilakukan trader harian. Untuk menghindari volatilitas yang terlalu tinggi, biasanya trader sudah menentukan target profit untuk masing-masing posisi.

Trapping position jelang rilis berita fundamental

Cara ini sering berhasil beberapa tahun lalu terutama ketika rilis data Non-Farm Payroll (NFP) Amerika Serikat. Namun belakangan ini sering gagal akibat volatilitas yang diharapkan sering tidak cukup besar. Risiko trading dengan cara ini adalah kemungkinan terjadinya slippage (loncatan harga) sehingga trader mendapatkan harga lebih tinggi dari pending order buy atau lebih rendah dari pending order sell. Selain itu, spread pun bertambah besar pada saat volatilitas pasar meningkat.

 

3. Buka Posisi Segera Setelah Rilis Berita Fundamental

Biasanya hal ini dilakukan setelah sering gagal dengan cara trapping. Apapun yang terjadi, entry pada saat volatilitas tinggi sangat berbahaya. Selain kemungkinan terjadi slippage, kita juga belum mengetahui pasti efek berita fundamental yang baru dirilis tersebut. Untuk membuka posisi, biasanya trader menunggu sekitar 30 menit setelah rilis berita.

 

4. Menetapkan Risiko Per Trade Terlalu Besar

Risiko per trade yang terlalu besar bukan berarti akan memperoleh profit yang besar. Hal ini dilakukan karena trader harian cenderung ingin trading dengan ukuran lot yang besar untuk memperoleh profit harian yang memadai. Trader dianjurkan untuk menetapkan risiko maksimum per hari tidak lebih dari 2 persen dari balance pada account trading.

Trader harian

 

5. Harapan Profit Kurang Realistis

Seperti halnya ukuran lot yang cenderung besar, penentuan risk/reward ratio yang terlalu tinggi untuk mengejar target profit harian juga sering dilakukan oleh trader harian. Pada time frame trading yang rendah (dibawah 4-hour) akan cenderung banyak noise, sehingga harus berhati-hati dan realistis ketika menentukan risk/reward ratio.

 

Karena berhubungan erat dengan berita berdampak tinggi, ada baiknya trader harian memilih broker ideal untuk news trading agar aktivitas trading berjalan lancar. Seperti apa contohnya? Intip informasinya di artikel 10 Broker Forex Terbaik Untuk News Trading.